Lampu pijar adalah sumber cahaya
buatan yang di hasilkan melalui penyaluran arus listrik melalui filamen yang
kemudian memanas dan menghasilkan cahaya. Kaca yang menyelubungi filamen panas
tersebut menghalangi udara untuk berhubungan dengannya sehingga filamen tidak
akan angsung rusak akibat teroksidasi.
Ide lampu sebenarnya sudah berusia
70 tahun sebelum Edison mematenkannya. Sir Humpry Davy adalah orang pertama
yang mendemonstrasikan dua batang karbon yang memercikkan cahaya. Hanya saja,cahaya yang di hasilkan terlalau
terang, seperti percikan cahaya saat mengelas besi. Selain itu lampu ini
membutuhkan smber listrik yang terlalu besar.
Pada 1841, Frederick De Moleyns
mematenkan bohlam yang terbuat dari campuran platina dan karbon. Empat tahun
berikutnya, J.W Starr mematenkan bohlam vakum dengan bahan pembakar karbon.
Kemudian, banyak orang berusaha memvakum bohlam dengan material lain, kadang
dengan bentuk yang berdeda. Penemuan merekan berhasil di laboratorium tetapi
tidak bisa di gunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Pada 1878, Thomas Alva Edison
bergabung dalam kompetisi pembuatan bohlam yang efektif dan efisien.
Sebelumnya, Edison sudah terkenal sebagar penemu telegraf dan fonograf. Pada
oktober, dia mengumumkan bahwa dia sudah
mampu mengatasi permasalahan bohlam.
Pengumuman itu terlalu dini, Edison
memang sudah punya gagasannya, tetapi dia belum sempat menyempurnakannya. Bicara memang lebih mudah ketimbang
melakukannya. Itulah yag terjadi dalam usaha menyempurnakan gagasannya, Edison
gagal terus.
Pada oktober 1879, setahun setelah
pengumuman gagasannya, Edison menggunakan kapas yang di karbonasi sebagai
pembakar. Lampu itu menyala, tetapi hanya mampu bertahan 13 jam. Itulah lampu
yang di klaim sebagai bohlam pertama.
Dalam pengembangannya, Edison
menemukan bahwa bamboo jepang yang di karbonasi merupakan material yang paling
tepat sebagai Pembakar. Material ini kemudian di kenal sebagai filamen. Bohlam
yang menggunakan filamen bertahan smapai 600 jam.
Tag :
TIK

.jpg)
0 Komentar untuk "Sejarah Lampu Pijar"